BPS Siap Tindaklanjuti Instruksi Pendataan OAP

Jayapura, Jubi/Antara – Badan Pusat Statistik Provinsi Papua siap menindaklanjuti instruksi gubernur setempat untuk pendataan Orang Asli Papua (OAP), tetapi terlebih dahulu memerlukan konsep yang jelas.

Kepala BPS Provinsi Papua, J.B. Priyono, di Jayapura, Selasa (5/4/2016) mengatakan kesiapan ini harus diikuti dengan kejelasan konsep mengenai OAP itu sendiri, sehingga dapat menghasilkan data yang akurat dan terpercaya.

“Misalnya, jika orang Serui tinggal di Merauke apakah dia disebut sebagai orang Merauke. Kemudian orang Sarmi tinggal di Pegunungan Bintang apakah tetap disebut sebagai orang Sarmi,” katanya.

Menurut Priyono, hingga kini masih menjadi perdebatan jika ayahnya orang Papua dan ibunya Toraja apakah masuk Papua atau tidak, kemudian ibunya Papua lalu ayahnya Toraja apakah ini juga masuk orang Papua atau tidak.

“Karena itu, kami pikir konsepnya harus jelas dulu, sehingga ketika akan diselenggarakan sudah jelas variabel yang akan dipakai,” katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya juga mengusulkan agar pendataan OAP diselenggarakan selayaknya program sensus penduduk, mengingat bila tidak melalui sensus maka diyakini hasilnya tak bakal maksimal.

“Contohnya saja meski telah diketahui banyak orang di dalam satu rumah ditinggali oleh suku Bugis, lalu tidak didatangi itu merupakan sebuah kekeliruan. Kalau mau tahu persis banyak orang asli Papua maka harus didatangi semua, itulah gunanya sensus, sehingga hasil yang didapatkan benar-benar akurat,” katanya.

Dia menambahkan pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi dan menyambut positif niat Pemprov Papua yang akan menggunakan jasa BPS untuk melakukan pendataan terhadap OAP itu. (*)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment