BKSDA koordinasi karantina cegah penyelundupan satwa lindung

Rabu, 17 Februari 2016 16:32 WIB, Pewarta: Evarianus Supar

Timika (Antara Papua) – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II Timika, Papua membangun koordinasi dengan Kantor Karantina Hewan dan Tumbuhan serta Polres Mimika guna mencegah praktik penyelundupan satwa lindung ke luar Papua.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam BKSDA Wilayah II Timika Yohan Mansay di Timika, Rabu mengatakan penyelundupan satwa endemis Papua yang dilindungi seperti labi-labi atau kura-kura moncong babi, aneka burung dan lainnya ke luar wilayah Papua kian marak.

Praktik penyelundupan satwa lindung tersebut, katanya, hanya bisa dicegah jika semua pihak terkait memperketat akses keluar masuknya barang dan orang dari wilayah Mimika.

“Kita terus berkoordinasi dengan pihak karantina dan kepolisian dalam upaya melestarikan dan melindungi satwa endemis Papua. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya seperti pengelola Bandara Mozes Kilangin Timika, Syahbandar Pelabuhan Paumako dan Portsite Amamapare, pihak maskapai penerbangan dan lainnya,” jelas Mansay.

Menurut dia, sepanjang 2016 petugas telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ribuan ekor tukik atau anak kura-kura dari Timika pada Senin (15/2).

Satwa lindung yang hanya berkembang biak di wilayah perbatasan Kabupaten Mimika dan Asmat itu rencananya akan dibawa dengan penerbangan Sriwijaya Air dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Jayapura dan selanjutnya ke Jakarta.

Petugas pengamanan Bandara Mozes Kilangin Timika mencurigai empat koper milik salah satu penumpang masuk ke area bandara perintis, tanpa melalui pintu pemeriksaan X-Ray.

Setelah dicek, ternyata empat koper pakaian tersebut berisi ribuan anak kura-kura yang sudah dikemas dalam kotak-kotak.

“Sudah banyak kasus penyelundupan kura-kura moncong babi dari Timika. Untuk tahun 2016, ini yang pertama kali kita gagalkan,” jelas Mansay.

Ia berharap pihak kepolisian dapat mengungkap aktor utama maupun jaringan perdagangan gelap kura-kura moncong babi di Timika.

Ribuan ekor anak kura-kura yang hendak diselundupkan itu kini diamankan di tempat penangkaran milik PT Freeport Indonesia di Maurupauw Mil 21. Satwa lindung itu rencananya baru akan dilepas kembali ke habitat aslinya setelah kondisinya pulih dari stres. (*)
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment