BI : Pengangguran di Papua Capai 51 Ribu Orang

JAYAPURA [PAPOS] – Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua, Joko Supratikto menyebutkan, pengangguran di Papua mencapai 51 ribu orang.

Di Papua, kata Joko, ada sekitar 1,7 juta angkatan kerja, dari jumlah tersebut, sambungnya, yang bekerja hanya sekitar 1,69 juta. “Jadi ada sekitar 3 persen atau 51 ribu orang yang mengganggur, “kata Joko kepada Papua Pos, di Abepura, Sabtu (21/5). Joko menegaskan, dari jumlah 1,69 juta pekerja, 33 persen diantaranya pekerja bukan penerima upah atau pekerja mandiri. “Pekerja mandiri ini biasanya membantu orang tuanya berdagang, dan ini tidak menerima upah, “terang Joko. Karena itulah, kata Joko, BI konsen terhadap kewirusahaan.

BI, kata dia, memiliki tugas utama yaitu mengnedalikan nilai tukar rupiah, menjaga stabilitas nilai tukra rupiah yang tercermin dari inflasi. “Kaitannya dengan kewirausahaan, ketika ada banyak wirausaha, maka ketersediaan barang di pasar bisa terjaga. Sementara, kaitannya dengan pengendalian rupiah dengan wirausaha ketika sudah berkembang, mereka bisa mengekspor dan akan menghaislkan devisa yang berimbas pada perbaikan neraca perdagangan Indonesia, pada gilirannya akan memperkuat kondisi ekonomi kita menambah cadangan devisa atau kegiatan intevensi rupiah atau yang lain-lain. artinya bisa membantu BI menjaga kestabilan nilai tukar rupiah, “jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, J.B. Priyono menyebutkan, jumlah pengangguran di Provinsi Papua pada Februari 2016 mencapai 51.728 orang atau 2,97 persen dari total angkatan kerja. Angka tersebut tidak mengalami penurunan dibanding keadaan enam bulan yang lalu (Agustus 2015) dan satu tahun sebelumnya atau Februari 2015. Dibanding keadaan Agustus 2015, kata Priyono, penganggurannya menurun sebesar 17.737 orang, dan bila dibandingkan Februari 2015, penganggurannya menurun sebesar 11.883 orang.

Sejalan dengan hal tersebut, kata dia, indikator Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga mengalami penurunan dari 3,72 persen pada Februari 2015, menjadi 2,97 persen pada Februari 2016.

Sementara itu, jumlah angkatan kerja di Papua pada Februari 2016 mencapai 1.743.160 orang, bertambah 1.215 orang dibanding kondisi Agustus 2015. “Penduduk yang bekerja di Papua pada Februari 2016 mencapai 1.6691.432 orang dibandingkan Agustus 2015 dan bertambah 45.375 orang dibanding keadaan Februari 2015, “terang Priyono. [srb]

Terakhir diperbarui pada Senin, 23 Mei 2016 23:59

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment