Bank Papua Diingatkan Tak Pilih Kasih Berikan Kredit

Jayapura, Jubi – Wakil Ketua Komisi III DPR Papua bidang aset daerah, Agus Kogoya mengingatkan Bank Papua tak pilih kasih dalam pemberian kredit kepada masyarakat.

Ia mengatakan, selama ini kesannya, Bank Papua lebih gampang memberikan kredit untuk masyarakat kalangan menengah ke atas. Sedangkan masyarakat kalangan menengah ke bawah sulit mendapatkan pinjaman dari bank daerah itu.

“Padahal kebanyakan masyarakat asli Papua kalangan menengah ke bawah. Banyak keluhan masyarakat ke kami, mereka sulit mendapatkan kredit bank, lantaran persyaratan yang rumit,” kata Agus Kogoya via teleponnya kepada Jubi, Rabu

Menurutnya, kebanyakan masyarakat asli Papua, kalangan menengah ke bawah mengajukan permohonan pinjaman kredit untuk memulai atau mengembangkan usaha ekonomi kerakyatan. Misalnya berjualan hasil kebun dan pertanian, beternak dan lainnya.

“Selama ini kita tahu, salah satu kendala masyarakat asli Papua untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan adalah modal,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan Bank Papua tak asal-asalan memberikan kredit kepada masyarakat, terutama yang berada di luar Papua. Katanya, jika ada calon debitur yang ingin mengajukan kredit, perlu di verifikasi sebaik mungkin. Plafon kredit harus sesuai dengan jaminan.

Terpisah, anggota Komisi II DPR Papua bidang ekonomi kerakyatan, Nikius Bugiangge mengatakan, jika pemerintah dan para pemangku kepentingan di provinsi hingga kabupaten/kota benar-benar ingin agar Orang Asli Papua (OAP) bisa bersaing dengan dalam dunia usaha, khususnya ekonomi kerakyatan, pemerintah harus punya program yang jelas terhadap OAP.

“Selain modal, masyarakat asli Papua juga butuh pembinaan dan pendampingan untuk mengembangkan bidang usaha yang ditekuni. Misalnya bercocok tanam kakao, beternak, budidaya ikan dan lainnya,” kata Nikius.

Ia mencontohkan, jika masyarakat asli Papua di suatu daerah mengembangkan kakao, mereka perlu dibina bagaimana mendapatkan perawatan kakao yang benar agar hasil panen maksimal. Bagaimana mengatasi hama dan lainnya. (*)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment