Aktivis Katolik Papua menggelar demo damai terkait pemeriksaan Pastor John Djonga

Puluhan pemuda dan mahasiswa Katolik di Papua Barat menggelar demo damai di Manokwari, ibukota provinsi itu pada 2 Maret menuntut polisi menghentikan pemeriksaan terhadap imam aktivis terkait kasus makar.

Para pengunjuk rasa dari Pemuda Katolik dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) berbaris beberapa kilometer dari Universitas Negeri Papua menuju kantor Polda Papua Barat di mana mereka mengadakan protes.

“Melalui Polda Papua Barat, kami mendesak Polda Papua untuk menghentikan pemeriksaan Pastor John Djonga,” kata Thomas Jefferson Baru, ketua Pemuda Katolik cabang Papua Barat, kepada ucanews.com.

Pastor Djonga dipanggil oleh polisi di Wamena, Provinsi Papua pada 19 Februari, empat hari setelah ia memimpin doa di mana anggota kelompok separatis yang diduga telah berpartisipasi. Imam itu telah menyatakan bahwa kehadirannya pada acara tersebut hanya meresmikan kantor Dewan Adat Papua dan ini adalah murni pastoral.

Pastor Djonga datang ke kantor polisi di ibukota kabupaten itu pada 26 Februari setelah berkonsultasi dengan Uskup Jayapura Mgr Leo Laba Ladjar OFM.

Didampingi pengacaranya, ia menjawab 55 pertanyaan dari dua aparat kepolisian selama pertemuan empat jam. Polisi mengatakan mereka mungkin memanggil Pastor Djonga untuk diminta keterangan lebih lanjut.

Baru mengatakan pengunjuk rasa menyerukan polisi untuk menghentikan pemeriksaan Pastor Djonga.

“Pemanggilan dan pemeriksaan imam itu adalah bentuk kriminalisasi karena ia hanya memimpin ibadat” katanya.

Reimondus Asem, sekretaris serikat mahasiswa Fakfak cabang kabupaten itu, mengatakan pelecehan polisi terhadap imam mereka telah menimbilkan pergolakan di kalangan umat Katolik setempat.

Ia percaya polisi minta keterangan Pastor Djonga karena mereka memiliki sedikit pemahaman tentang peran seorang imam dalam masyarakat.

Mereka harus memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pelayanan imam “sehingga tidak akan ada kesalahpahaman,” katanya.

Juru bicara kepolisian Papua Patridge Renwarin mengatakan kepada ucanews.com bahwa Pastor Djonga saat ini dianggap sebagai “saksi” terkait dugaan tindak pidana perkara maker.

Juru bicara itu mengatakan imam akan menjadi “tersangka” bila ada bukti lebih lanjut yang ditemukan.

Sebelumnya, Pastor Djonga, yang telah lama berjuang untuk hak-hak rakyat Papua, mengatakan ia diberitahu polisi dapat memanggilnya untuk ditanyai lebih lanjut. Dia mengatakan dia tidak terpengaruh oleh pengawasan polisi.

“Sudah saya bekerja di daerah konflik seperti ini. Saya tidak takut,” katanya. “Saya tidak bisa bersikap diam sementara orang-orang Papua menghadapi ketidakadilan dan kekerasan.”

Benny Mawel, Jayapura, Papua

Sumber: ucanews.com

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment