221 Orang Ditangkap Pada 1 Desember 2016 di Tiga Kota

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Aparat kepolisian kolonial Indonesia telah menangkap 221 orang pada 1 Desember 2016 di tiga kota yang berbeda. Masing-masing 203 orang di Jakarta, 4 orang di Sentani, dan 14 orang di Yogyakarta.

Di Jakarta, demo damai memperingati hari lahirnya Negara Papua Barat yang dimotori FRI-West Papua dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) berakhir dengan penangkapan secara brutal oleh aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya Jakarta. Sebelum ditangkap, massa aksi yang terdiri AMP dan FRI-West Papua, mengaku diperlakukan kasar dengan merampas beberapa atribut yang dibawa.

“Kami belum sampai di Bundarah HI, kami sudah dihadang aparat. Mereka (aparat) merampas ikatan Bintang Kejora di kepala kami, tali komando kami juga dipotong. Trus kami disiram pake air Watercanon. Setelah itu kami diangkut dengan empat truk ke Mabes Polda Metro Jaya,”

kata Roberta Muyapa, salah satu peserta aksi di Jakarta kepada suarapapua.com, Kamis (1/12/2016).

Dijelaskan, setelah diangkut ke Polda Metro Jaya, massa kemudian dijemur di lapangan terbuka selama kurang lebih dari empat jam. Semuanya, kata dia, ada 203 orang yang ditangkap oleh aparat polisi dengan perlengkapan dan dengan jumlah aparat ratusan dari Polda Metro Jaya dan Brimob.

Mereka yang ditangkap tersebut adalah Surya Anta, juru bicara FRI-West Papua, Jefry Wenda, ketua umum AMP Pusat, Markus Medlama, aktivis AMP Bandung,  Yohanes Damian alias Galesh aktivis Gema Demokrasi, Anka Thomas, Jefri Wanda, Frans Nawipa, Iriantibus Murib, Frans Douw, Pyan Pagawak, dan Minus Giban.

Tiga dari antara 10 orang ini kemudian disiksa dan dipukul oleh aparat. Mereka yang dipukul dan disiksa tersebut adalah Surya Anta, Jefry Wenda dan Markus Medlama. Mereka yang ditangkap di Jakarta telah dibebaskan semua.

Sementara itu, di Yogyakarta, massa AMP dan juga FRI-West Papua yang sedang melakukan demonstrasi damai dikabarkan telah dibubarkan paksa oleh aparat kolonial Indonesia dan pasukan ormas intoleran.

Keterangan tertulis yang diterima media ini, pada pukul 13.00 siang tadi, aparat kepolisian berbarengan dengan puluhan anggota ormas berbaris menghadang di depan massa aksi FRI-WP dan kemudian merampas atribut massa. Tidak lama kemudian muncul komando dari polisi untuk menangkap massa aksi.

14 orang dari massa aksi ditarik paksa ke dalam truk dan dibawa pergi dari lokasi aksi. Informasi dari koordinasi polisi, mereka akan diangkut ke LBH, tetapi dari informasi terakhir yang diterima pada pukul 14.00 WIB, empat belas orang ini dibawa ke Polrestabes Yogyakarta.

“Kami mengundang kawan-kawan elemen pro demokrasi hadir ke Kantor Polrestabes Yogyakarta siang ini untuk memberikan solidaritas kepada kawan-kawan aktivis yang ditangkap dan menuntut agar mereka dapat segera dibebaskan,” katanya.

Disebutkan, 14 orang  yang ditangkap tersebut adalah Reza (LSS), Kukuh (KPO PRP), Gevan (Pembebasan), Opan (PMD), Randi (Pembebasan), Edo (LBH Jogja), Adli (Pembebasan), Danial (PPRI),  Opik (PMD),  Asrul (Pembebasan), Andi, Aruk, Katek dan Edi (Pembebasan). Mereka masih belum dibebaskan hingga saat ini.

Dari Jayapura, Papua, sekretaris umum KNPB Pusat, Ones Suhuniap saat dikonfirmasi media ini melaporkan, di Sentani telah terjadi penangkapan terhadap empat orang aktivis. Mereka ditangkap dan dibawa ke Polres Doyo.

Kata Ones, 4 aktivis KNPB Sentani yang ingin datang menghadiri ibadah dibatasi dan ditangkap kepolisian dan sekertariat KNPB wilayah Sentani dirusak oleh kepolisian dari Polres Sentani.

“Betul. Di Sentani ada empat orang yang ditangkap. Tetapi nama-nama saya belum dapat. Yang jelas informasi adanya penangkapan itu benar. Kami meminta supaya negara bebaskan mereka dan semua yang saat ini sedang ditahan di Jogja,”

ujar Ones.

Informasi yang dihimpun media ini, 203 orang ditangkap di Jakarta, 4 orang ditangkap di Sentani, dan 14 ditangkap di Yogyakarta.

Pewarta: Stevanus Yogi

Editor: Arnold Belau

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment