Tokoh Adat Dilibatkan Cari Air Asia di Alam Gaib?

Pertanyaan ini muncul setelah membaca artikel dengan judul yang sama, tetapi tanpa tanda-tanga (?) di akhir judulnya tertanggal 31 Desember 2014. Ternyata benar, memang para Tokoh Adat dilibatkan secara aktiv dalam pencarian Pesawat AirAsia yang dinyatakan hilang dan telah ditemukan dalam kondisi hancur dan para penumpang semuanya meninggal dunia dalam minggu ini.

Yang menjadi sorotan tantangan saya sebagai aktivis MADAT kepada masyarakat modern di Indonesia secara khusus ialah, “Benarkan, faktanya MADAT masih dibutuhkan di era pascamodern ini, bukan?” Pertanyaan ini saya lanjutkan dengan pernyataan saya sebagai berikut:

  1. Kokh, Tokoh Adat hanya dibutuhkan pada saat ada kecelakaan, mengapa diabaikan pada saat tidak ada kecelakaan?
  2. Kokh, Tokoh Adat dianggap ada dan harus hadir dan terlibat hanya ketika ada musibah dan diabaikan sama sekali pada saat kondisi baik-baik?
  3. Bukankah MADAT dan tokoh MADAT masih dibutuhkan kapan-pun juga?
  4. Benar, kan kata saya berulang-ualng, “Jangan berpikir kolot, jangan berpikir picik, jangan salahkah MADAT kalau ada masalah dalam pembangunan, tetapi lihatlah kami sebagai manusia yang dapat memberikan kontribusi positif dalam pembangunan manusia seutuhnya ke depan?

Benar, kan, kata Presiden Joko Widodo, bahwa ini era lima tahun ke depan kita harus lakukan “REVOLUSI MENTAL”, yang artinya revolsui CARA BERPIKIR, REVOLUSI PARADIGMA manusia modern terhadap dirinya, terhadap lingkungan sekitarnya (alam dan manusia) dan terhadap dunianya.

Paradigma berpikir manusia Indonesia termasuk manusia Papua, harus keluar dari paradigma Kuno-Modern, Gaib-Rasional, Kafir-Beriman, Hitam-Putih, Halal-Haram berdasarkan patokan dan dasar pemikiran yang picik dan sempit, yang ujung-ujungnya merugikan kita sendiri.

Sudah waktunya kita bergabung dengan masyarakat manusia semesta alam di planet Bumi kita dalam perombangan paradigma berpikir kita tentang realitas semesta alam, tentang kemampuan dan keahlian manusia dalam berbagai hal, termasuk kelebihan para Tokoh MADAT dalam mencari pesawat hilang dimaksud.

Kita harus mengapresiasi bahwa walaupun sudah ratusan tahun menjadi bulan-bulanan masayarakat modern dalam upaya mengikis habis nilai, tatacara, susila, tradisi dan kemampuan yang dimiliki MADAT dan para tokoh kami, tetapi selama itu pula para Tokoh MADAT dan kelompok MADAT mereka telah memelihara warisan nenek-moyang kita di waktu-waktu yang sulit. Atas bekal inilah, di waktu modernisasi mengalami jalan buntu dan manusia modern tidak tahu lagi tentang apa yang harus mereka lakukan tentang hidup dan kehidupan ini, pasti, dan yakinlah, MADAT dan Tokoh MADAT sudah mulai dan akan muncul sebagai pembawa solusi.

Yang jelas dan yang pasti buat saya, apa yang dimiliki MADAT dan para Tokoh MADAT telah terujii selama ratusan-ribu bahkan jutaan tahun, sedangkan apa yang dibangga-banggakan dan dielukkan modernisasi dengan teknologinya ini hanya berumur kurang dari 300 tahun. Maka patutlah kita bertanya kepada “Abang dan moyang peradaban kita” pada saat kita sebagai peradaban sangat baru mengalami jalan buntu.

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment