Sistem Ekonomi Kerakyatan Berorientasi Kepentingan Bersama

Menanggapi Ekonomi Kerakyatan yang sedang digodok oleh Majelis Rakyat Papua (MRP) saat ini, PAPUA.ws sebagai media komunikasi KSU Baliem Arabica antara Manusia, Masyarakat Adat dan Dunia Modern menegaskan bahwa “Sistem Ekonomi Kerakyatan berorientasi kepada kepentingan bersama”, bertentangan dengan sistem ekonomi liberal yang berorientasi kepada perlindungan dan aktualisasi diri dan kepentingan individual.

Semua orang tahu bahwa wajah dari sistem ekonomi kerakyatan ialah “koperasi”, karena

koperasi adalah sebuah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

<Pasal 1, Ayat 1, Bab I: KETENTUAN UMUM, Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 tentang Pekoperasian.>

Azas kekeluargaan bukan saja berarti gotong-royong, tetapi ada prinsip saling mengetahui, saling mengenal, saling berhubungan sebagai sesama manusia, sebagai sesama suku, sebagai sesama bangsa. Itulah yang dimaksud dengan Ekonomi Kerakyatan ala Papua, yaitu sebuah sistem perekonomian yang dibangun di atas tiga jenis hubungan sosial: (1) hubungan kekeluargaan, (2) hubungan kekerabatan dan (3) hubungan persaudaraan.

Azas “keleluargaan” menjadi fokus perhatian dari KSU Bailem Arabica, tetapi kekeluargaan menurut Koperasi satu di Tanah Papua ini bukan hanya “keluarga” karena satu RT, satu RW, satu sekolah, satu kantor dan sejenisnya, tetapi lebih ditekankan kepada hubungan sosial-biologis, hubungan keturunan, dan hubungan kekerabatan.

Dalam menyikapi apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi Papua lewat Majelis Rakyat Papua saat ini perlu dicermati, khususnya menyangkut Ekonomi Kerakyatan Perempuan Asli Papua agar jangan sampai yang terjadi sebenarnya sebuah wacana dan perundangan untuk melindungi individu perempuan Papua sehingga menjadi konglomerat dan bersaing di pasar yang semakin global ataukah betujuan menciptakan kebersamaan dalam kelompok usaha perempuan Papua dengan sistem demokrasi ekonomi yang  diwujudkan lewat pembentukan Koperasi Perempuan Papua, misalnya.

Orang Papua jangan dikaburkan dengan wacana-wacana yang seolah-olah berpihak kepada rakyat atau Orang Asli Papua, padahal secara strategis sebenarnya mereka sedang menggolkan agenda-agenda para pemain ekonomi global. Kesalahan Masyarakat Adat di seluruh dunia banyak kita tahu. Dan kini Papua sudah masuk ke dalam kesalahan yang sama. Sungguh kasihan!

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment