Ruben Magay: Hutan Papua Target Para Pencuri Kayu

Arjuna Pademme, Nov 23, 2015, TabloidJubi.com

Jayapura, Jubi – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Penyelamata Hutan Papua DPR Papua, Ruben Magay menyatakan, sejak dulu hutan Papua menjadi target pencuri kayu alias pelaku ilegal loging.

Ia mengatakan, kini perlahan-lahan hutan Papua mulai habis. Kayu terus ditebang setiap hari. Keberlangsungan hutan Papua terus terancam. Para pencuri kayu terus melancarkan aksinya.

“Sejak 1980 sudah ada perusahaan-perusahaan kayu besar yang masuk ke Papua. Misalnya Jayanti Grup. Hutan Papua selalu jadi target dan diperebutkan orang dari luar Papua,” kata Ruben akhir pekan lalu.

Menurutnya, orang asli Papua tak bisa berbuat banyak melindungi Sumber Daya Alam (SDA) nya, dan menuntut haknya, termasuk hasil hutan. Ketika mereka bersuara, orang asli Papua distigma OPM, seperatis dan lainnya.

“Parahnya lagi semua pihak diduga terlibat. Termasuk oknum-oknum aparat penegak hukum. Akibatnya pelaku ilegal loging sulit diungkap. Oknum-oknum dalam sistem negara ini ikut bermain,” ucapnya.

Katanya, masyarakat adat Papua terus dirugikan. Kekakayaan alam mereka dikeruk, namun masyarakat adat tak mendapat keuntungan. Kayu dari hutan adat Papua dijual di luar Papua dengan harga hingga ratusan juta bahkan miliaran rupiah.
Dosen antropologi Universitas Cenderawasih Jayapura, Leni Manalik mengatakan, pengelolaan hutan harus melibatkan masyarakat adat dalam setiap kebijakan dan pelaksanaan. Perlu melihat kondisi dan budaya masyarakat setempat, khususnya masyarakat dimana hutan itu berada.

Menurutnya, dalam pemanfaatan hutan yang terkadang berkaitan dengan kebutuhan dan potensi alam, sering tak melihat kebutuhan masyarakat adat. Padahal di sana juga ada normal, kepercayaan, dan pengetahuan masyarakat yang harusnya disingkronkan agar tak terjadi miss komunikasi.

“Pembangunan hingga ke daerah memang penting. Apalagi banyaknya kabupaten pemekaran, tentu banyak infrastruktur yang harus dibangun. Berarti dalam tanda petik ada pergeseran sistem kehidupan masyarakat,” kata Manalik beberapa waktu lalu. (Arjuna Pademme)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment