Pemprov Minta Pengawasan Pelabuhan Diperketat

Sumber Berita: SuluhPAPUA.com, Monday, 23-03-2015

Jayapura (SP) – Pemerintah Provinsi Papua meminta kepada otoritas pelabuhan atau syahbandar dan aparat keamanan untuk memperketat pengawasan di pelabuhan Jayapura.

Permintaan ini terkait penemuan 182 satwa liar asal Papua di Kapal Pelni Gunung Dempo beberapa waktu lalu di Surabaya, Jawa Timur oleh Petugas Kepolisian.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Papua, Drs. Elia Loupatty, kepada wartawan sepekan lalu menegaskan, pengawasan terhadap setiap kapal keluar dan masuk di pelabuhan Jayapura harus diperketat lagi.

“Mulai hari ini, atas nama pemerintah dan rakyat Papua menghimbau kepada orang-orang yang melakukan selundupan satwa lindungi di Papua untuk memiliki rasa malu. Jangan pikir satwa yang lolos dari pengawasan aparat keamanan lalu merasa hebat dan bangga,”

tegasnya.

Kepala Syabandar Pelabuhan Jayapura, Frederick yang ditemui wartawan mengaku jika jajarannya sudah melalukan pengawasan. Namum, kedepan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Mengawasi pelabuhan ini bukan kami sendiri, masih ada polisi pelabuhan dan beberapa instansi lainnya. Khusus untuk pelabuhan Jayapura ini terbuka, jadi bisa saja burung-burung yang ditemukan di Surabaya itu diseledupan di tengah laut,”

tuturnya.

Puluhan satwa jenis burung ditemukan polisi saat kapal Gunung Dempo yang berlayar dari Jakarta itu berlabuh di pelabuhan Tanjung Perak.

Berdasarkan informasi, polisi menggerebek kapal itu dan menemukan 182 satwa liar dari Papua yang sebagian diantaranya adalah satwa langka, seperti burung cenderawasih dan ular chondro (green tea pyhton).

Ratusan satwa itu disimpan di dalam beberapa potong paralon dan diletakan di dalam ruang mesin kapal. Polisi menduga ratusan satwa itu akan dijual di Jakarta.

Burung langka yang disita polisi telah diserahkan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim untuk dirawat. Polisi juga sudah memeriksa empat awak kapal, namum belum menemukan tersangka penyelundupan binatang langka itu.

(B/ANR/R2/LO2)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment