Pemprov Evaluasi 5 Kabupaten ‘Pilot Project’

Sumber Berita: Kamis, 29 Januari 2015 11:14, BintangPAPUA.com

Pelaksanaan Program Gerbang Mas Belum Maksimal
JAYAPURA – Pelaksanaan salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Papua, yaitu Gerakan Bangkit Mandiri Sejahtera Harapan Seluruh Rakyat Papua atau yang disingkat Gerbang Mas Hasrat Papua diakui oleh Kepala Badan Perencanaan pembangunan Daerah (Bappeda) Papua Dr. Muhammad Musa’ad belum berjalan secara maksimal.

Dikatakannya, Sejumlah Kabupaten yang menjadi pilot project Program tersebut ternyata belum menuntaskan program yang mulai dilaunching sejak Februari 2014 lalu.

Padahal menurut Musa’ad, anggaran yang dikucurkan untuk setiap kabupaten cukup besar. Dimana total anggaran untuk program ini di tahun lalu mencapai Rp150 Miliar, yang digelontorkan ke lima Kabupaten. Mirisnya, Bahkan, ada kabupaten yang 90 persen anggarannya belum terserap.

“Alasannya kan dana telat turun, itu kita bisa pahami. Tapi kalo sampai 90 persen anggaran belum terserap itu terlalu mencolok,” ucapnya.

Saat ini, kata Musa’ad, pihaknya memang sedang melakukan evaluasi di lima Kabupaten yang menjadi pilot project. Lima kabupaten tersebut antara lain Kabupaten Deyai, Lanny Jaya, Supiori, Keerom, dan Bovend Digul.

“Dari hasil evaluasi tersebut kita akan melihat mana yang sudah melaksanakan dengan baik dan mana yang tidak. Jadi kalau ada 70 persen yang belum digunakan, maka tahun berikutnya akan dipindahkan ke kabupaten lain,” ujarnya.

Setidaknya untuk Program Gerbang Mas ini, kata Musa’ad, ada 15 kabupaten yang sudah dicadangkan, dan 5 kabupaten diantaranya yang akan dipilih. Namun apakah 5 itu ada kabupaten yang sebelumnya nanti dilihat berdasarkan hasil evaluasi.

“Kalau kabupaten yang lama sudah gunakan dana secara tertib, maka dia kita tambahkan di tahun kedua (tahun ini-red), kalau tidak ya dananya kita pindahkan ke kabupaten lain. Nanti kita harapkan ada persaingan kabupaten untuk melaksanakan program gerbang mas ini. Kalau 15 Kabupaten berarti kan ada 10 yang antri belum dapat kesempatan, sehingga untuk tahun ini kita akan rapatkan dalam waktu dekat evaluasinya seperti apa, dan kita akan tetapkan lagi 5 kabupaten,” jelasnya.

Tahun ini anggaran Program Gerbang Mas masih seperti tahun sebelumnya yakni Rp150 miliar. Besaran dana yang diterima kabupaten berbeda beda tergantung tingkat kesulitan daerah. Tahun lalu, dari Rp150 Miliar itu, Deyai dan Lanny Jaya masing-masing mendapat Rp35 Miliar, Supiori dan Keerom mendapat Rp25 Miliar sedangkan Bovend Digul Rp35 Miliar

“Mungkin minggu depan kita akan mulai evaluasi kita akan panggil teman di daerah untuk mendengarkan langsung laporan dari mereka, bagaimana progres perkembangan pelaksaan Gerbang Mas ini,”kata Musaad.

Ia menambahkan, Gubernur Lukas Enembe juga telah menginstruksikan ke kabupaten untuk SILPA yang bersumber dari dana Gerbang Mas harus digunakan untuk program tersebut tidak bisa digunakan untuk program yang lain.

Lebih jauh dijelaskan Musa’ad, dalam program Gerbang Mas proyek fisik sangat minim. Jadi anggaran lebih banyak diperuntukkan untuk program pendidikan informal, pendampingan dan penyuluhan. “Misalnya bagaimana kita bisa menekan buta akasara, bagaimana banyak anak bersekolah. Itu kan non fisik, disektor kesehatan bagaimana melakukan penyuluhan kepada pasangan usia subur, kesehatan reproduksi itu kan hanya pendidikan informal yang diberikan kepada ibu usia subur supaya memahami betul memelihara kesehatan reproduksi mulai dari kehamilan hingga melahirkan,”jelasnya.

Pendampingan penyuluhan kepada masyarakat, ujar Musa’ad, sebenarnya bisa dilakukan di waktu yang relatif singkat. Sehingga pasti ada sesuatu yang menyebabkan dana tersebut tidak digunakan.

“Kalau sudah begini pastinya kita tidak bisa tambah dana. Kita akan suruh selesaikan dulu yang sudah ada, jadi SILPA itu harus digunakan dulu. Pastinya kabupaten lain yang dilirik, juga ingin maju. Kita akan terus melakukan pemantauan. Berapa dana yang tersimpan digunakan untuk apa itu semua harus jelas, tidak bisa digunakan diluar yang sudah disepakati,” pungkasnya. (ds/art/lo2)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment