Papua Butuh Produksi Makanan Khas

Sumber: Selasa, 03 Februari 2015 01:24, BintangPAPUA.com

JAYAPURA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat bahwa peroduksi makanan di Provinsi Papua pada triwulan IV 2014 mengalami penurunan, yakni minus 6,02 persen dari triwulan III 2014.

“Ini bisa dimungkinkan karena berubahnya selera masyarakat terhadap makanan yang cenderung ke makanan industri dari luar,” ungkap Kepala BPS Papua, Didik Koesbianto saat menggelar release di kantornya, Senin (2/2).

Selain itu, menurutnya, bahwa di Papua sangat minim industri makanan khas. Karena itu pihaknya sangat berharap adanya industri yang dapat memproduksi makanan khas.

“Kalau saya mau ke Jawa, sulit untuk mencari oleh-oleh berupa makanan khas dari Papua. Kalaupun ada, itu pun masih menggunakan label Papua Barat, berupa Abon Gulung Manokwari,” harapnya.

Dari catatan BPS Papua tentang pertumbuhan produksi manufaktur Provinsi Papua, bahwa tingkat pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan IV 2014 (q to q) mengalami pertumbuhan positif, yakni sebesar 0,13 persen, dibanding pada triwulan III 2014.

“Dibandingkan pertumbuhan produksi triwulan IV 2013, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (y-on-y) Provinsi Papua triwulan IV 2014 mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan sebesar 8,23 persen,” ungakp kepala BPS Papua, saat menggelar release berita resmi statistik BPS Provinsi Papua di kantornya, Senin (2/2).

Hal itu disebabkan oleh meningkatnya beberapa produk dari beberapa perusahaan industri manufaktur di Papua, khususnya industri kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dai bambu, rotan dan sejenisnya,” jelanya.(aj/aj/lo2)

Add Comment