MRP Bahas Ekonomi Kerakyatan Perempuan Asli Papua

ayapura, Jubi – Kelompok Kerja Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP) menggelar rapat kerja (raker) dengan SKPD terkait di lingkungan Pemprov Papua membahas masalah ekonomi kerakyatan orang asli Papua di salah satu hotel di Kota Jayapura, Rabu (4/11/2015).

Ketua MRP, Timotius Murib usai membuka raker mengatakan, perlu ada regulasi baru untuk peningkatan ekonomi kerakyatan perempuan asli Papua. Raker itu bertujuan mensingkronkan dan menyatukan persespsi antara pikak eksekutif sebagai eksekutor terkait ekonomi kerakyatan di kabupaten/kota kota se Papua.

“Ketika Pokja perempuan melakukan kunjungan kerja ke beberapa wilayah terkait pengembangan ekonomi kerakyatan, banyak aspirasi yang disampaikan pelaku ekonomi orang asli Papua. Ini untuk menyamakan persepsi dengan eksekutif agar keberpihakan ekonomi kerakyatan kepada orang asli Papua sesuai harapan,” kata Timotius.

Katanya, kini orang asli Papua hanya diberia modal. Ia menilai langkah itu tak banyak membantu. Begitu juga dengan regulasi selama ini, tak banyak membantu pengembangan ekonomi kerakyatan di kabupaten/kota. Perlu keberpihakan yang jelas kepada orang asli Papua.
Menurutnya, regulasi yang ada kini harus diubah. Kedepan diharapkan ada kegiatan yang berpihak kepada pengembangan ekonomi orang asli Papua ke arah yang lebih baik, sebagai pelaku ekonomi di daerah masing-masing.

“Dari catatan kami, perusahaan yang hadir di Papua termasuk dunia perhotelan berkembang bagai jamur. Tentunya itu membutuhkan pangan yangg cukup. Namun semua kebutuhan itu didatangkan dari luar Papua. Sementara potensi sumberdaya alam Papua sangat besar. Tapi tak dianggap,” ucapnya.

Ia berharap, semua komuditi unggulan di Papua dikembangkan dan menjadi perhatian serius kedepan. Namun tentu harus didukung regulasi pengembangan ekonomi kerakyatan orang asli Papua. Apalagi Papua adalah daerah khusus sesuai undang-undang. (Arjuna Pademme)

Author : Arjuna Pademme, November 4, 2015 at 20:45:07 WP

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment