KAPP Serahkan SPJ Penggunaan Dana Bantuan Pemprov Papua

Sumber Berita: Kamis, 29 Januari 2015 11:13, BintangPAPUA.com

JAYAPURA – Sebagaisalah satu pihak yang menerima dana hibah dari Pemerintah Provinsi Papua. Maka Kamar Adat Pengusaha Papua (KAAP),pada Rabu (28/1), menyerahkan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana untuk kegiatan kepada pihak pemberi anggaran.

“Hari ini kami datang ke bendahara provinsi untuk menyampaikan pertanggungjawaban penggunaan dana pemerintah yang diberikan kepada KAPP sebesar Rp1 miliar dari total proposal yang diajukan sebesar Rp3 miliar untuk kegiatan pengembangan kapasitas jasa konstruksi, yang mana kegiatannya dilakukan di Nabire oleh panitia,” kata Bendahara Umum KAPP, Mery Kostavina Yoweni kepada wartawan, di Kantor Gubernur Papua pada Rabu (28/1) siang.

Mery menilai, laporan penggunaan dana penting dilakukan karena merupakan bukti pertanggungjawaban kami kepada pemerintah provinsi yang telah memberikan kepercayaan kepada KAPP untuk mengelola dana sebesar itu, sehingga selanjutnya kepercayaan itu tumbuh.

Penyerahan laporan tersebut, kata Mery, juga membuktikan kalau KAPP sangat transparan terhadap anggaran yang dikelolanya, karena menurutnya kepercayaan yang diberikan pemerintah provinsi itu merupakan penghargaan besar, untuk itu harus direspon dengan sangat baik.

“Harapan kami, jika kemudian hari ada kepercayaan lagi kami akan lebih intensif dalam jalankan kepercayaan itu, karena ini kepercayaan pemerintah dengan pengusaha asli Papua itu bisa lebih terbangun lebih baik lagi,” ucapnya.

Dijelaskan Mery, bantuan dana sebesar Rp1 miliar itu digunakan hanya untuk satu kegiatan yang melibatkan para pengusaha asli Papua 29 kabupaten/kota. Untuk itu, semua tenaga teknis dikumpulkan di Nabire untuk ikuti kegiatan.

“Jadi Balai PU melaksanakan kegiatan ini dengan bekerjasama dengan KAPP dan bantuan dananya dari provinsi. Yang hadir lebih dari 100 orang, tetapi yang ikut kegiatan resmi sebanyak 70 orang. Kegiatan ini nantinya ada kelanjutannya, karena semua pengusaha asli Papua dilibatkan,” kata Mery.

Diperkirakan, ujar Mery pada Maret mendatang kegiatan yang sama akan dilakukan. “Pengusaha asli Papua harus dibekali agar dalam melakukan kerja bisa lebih baik lagi. Intinya kami ingin tingkatkan sumber daya kami supaya bisa berkerja lebih baik lagi,” katanya. (ds/art/lo2)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment