Freeport harus tetap bangun smelter meski Jim Bob mengundurkan diri

Merdeka.com – Pemerintah menegaskan tidak akan mengubah kebijakan meski bos Freeport McMoran, James Bob Moffet mengundurkan diri. PT Freeport Indonesia harus tetap membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter).

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Mohamad Hidayat memastikan pengunduran diri Jim Bob maupun perubahan susunan direksi induk usaha Freeport Indonesia tidak ada pengaruh ke pembangunan smelter.

“Kami memang belum menerima secara formal susunan direksi Freeport McMoran yang baru. Jadi belum tahu kebijakannya seperti apa. Tapi aturan smelter harus selesai terbangun 2017, karena smelter tidak tergantung direksinya. Aturan kita seperti itu,” ujarnya di Kantor Hipmi, Jakarta, Selasa (29/12).

Pemerintah memberikan perpanjangan waktu membangun smelter sampai 2017 kepada Freeport Indonesia maupun perusahaan pertambangan lainnya. Namun lewat dari itu, pemerintah tidak akan memberikan kelonggaran waktu.

“Semua termasuk Freeport harus bangun smelter sampai 2017. Kalau tidak, izin ekspor tidak akan diberikan lagi, jadi kan mandek kegiatan mereka. Kita tidak akan ada kebijakan lagi setelah lewat dari itu,” jelas dia.

Pembangunan smelter saat ini mulai tersendat karena masalah keekonomian. Di satu sisi, perusahaan tambang harus berinvestasi dengan nilai sangat besar membangun smelter, tapi di sisi lain, harga komoditas sedang anjlok.

“Smelter banyak yang belum selesai karena masalah pendanaan. Makanya kita akan lihat insentif investasi lain supaya mendorong investasi ke sini. Seperti di Beijing, kita undang 250 investor menawarkan investasi smelter, dan minat mereka luar biasa besar. Mudah-mudahan ada tindaklanjutnya dari mereka,” ungkapnya.

Namun pemerintah akan terus memantau dan mengevaluasi pembangunan smelter milik Freeport di Gresik, Jawa Timur. Dia menuturkan bahwa alasan Freeport membangun smelter di Gresik, bukan di Papua karena perusahaan tambang emas raksasa itu bisa mengolah turunan tembaga lain.

“Bangun smelter itu banyak yang harus karena Freeport Indonesia kan bukan hanya murni memproses tembaga saja, tapi juga turunannya. Seperti sulfatnya bisa diolah di Petrokimia Gresik, pengolahan anode slime harus di sini jangan lagi diekspor ke Jepang untuk diproses di sana,” tutup dia.

[idr]

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment