Festival Danau Sentani (FDS) ke VIII Dilaksanakan 19-23 Juni 2015

Dipublikasikan oleh PapuaUntukSemua pada 05.58 WIT.

SENTANI (JAYAPURA) – Festival Danau Sentani (FDS) terus menjadi menjadi daya tarik. Masyarakat setempat maupun pengunjung dari luar daerah begitu antusias, bahkan turis luar negeri terus meningkat kunjungannya dari tahun ke tahun.

Digelar setiap tahun sejak 2008, Festival ini bukan cuma memiliki daya tarik pesona alam yang menarik peserta dan pengunjung tapi juga karena keunikan budaya masyarakat setempat menjadi nilai lebih.

Pagelaran budaya, pameran, dan berbagai lomba seperti perlombaan suling bambu, renang, dan panahan akan melibatkan langsung masyarakat

“Dengan lomba yang diadakan ini harapannya generasi muda tidak melupakan budayanya,” ujar Drs Chris K. Tokoro, M.Si, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura.

Meski pusat kemeriahan di Dermaga Sentani, namun iring-iringan tarian di atas perahu (Isolo) dari perwakilan 24 kampung di Danau Sentani mengambil titik awal bergerak di Pulau Asei Besar yang dipercaya sebagai pulau tertua di Danau Sentani.

Tarian ratusan pemuda di atas perahu berhiaskan daun kelapa. Berbalut baju adat, mereka menari sembari membawa hasil panen dan binatang buruan.

Setelah dua kali mengelilingi danau, mereka akan turun dari perahu sembari terus menari dan bersorak sorai dan menari di panggung utama di dermaga yang ada di Pantai Kalkhote. Ini merupakan acara puncak di hari pembuka dan ciri khas Festival Danau Sentani.

Lalu di hari kedua, wisatawan maupun masyarakat lokal bisa melihat langsung rangkaian pelantikan Ondoafi, upacara pembayaran kepala adat yang merupakan perhelatan langka di Indonesia.

Selain itu, selama acara festival akan diikuti promosi daya tarik wisata Papua bersama promosi PON 2020 dimana Papua akan menjadi tuan rumahnya.

Ada beberapa acara di Festival Danau Sentani VIII 19-23 Juni 2015 yang akan digelar. Mulai dari Pawai Budaya, Lomba-lomba, seperti FunBike, Fotografi, Lomba cipta Cenderamata, Loma cipta burung Cenderawasih Imitasi, Yospan, Folksong, dan Suling Tambur.

Ada juga pertunjungan Seni Tari & Musik Tradisional, Pameran Budaya Kerajinan Rakyat dan Kuliner Tradisional, Promosi Wisata dan Tour Wisata, juga promosi PON 2020 di Papua.

Berajinan tangan penduduk Jayapura yang bahannya dari kulit kayu pun akan meramaikan festival yang digelar setiap tahun ini. Pawai budaya dengan tari dan musik tradisional juga pastinya akan ditampilkan.

Pameran kuliner akan menjadi daya tarik tersendiri.Pada ajang akbar ini berbagai kuliner khas Jayapura akan ditampilkan beserta cara memasaknya. Salah satu kuliner lokal yang layak dinanti dan dinikmati adalah ikan yang dimasak dengan belanga batu dan ubi yang dimasak di dalam tanah.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengatakan bahwa meskipun festival ini rutin diadakan tiap tahun, namun para wisatawan dipastikan tidak akan bosan karena tiap tahun selalu ada yang berbeda. Diharapkan festival ini akan lebih mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Papua.

“Kami berharap Festival Danau Sentani ini menjadi ajang promosi seni budaya dan promosi berbagai usaha kerajinan tangan masyarakat setempat,” ujarnya.

Sembari mengharapkan berbagai rangkaian kegiatan diselenggarakan selama FDS berlangsung, akan menampilkan jati diri dan karakter budaya masyarakat Kabupaten Jayapura yang harmonis dan selaras dalam segala aspek kehidupan kepada seluruh dunia. [Tempo/Papuanesia]
Tags: danau sentani , festival danau sentani , hiburan , kabupaten jayapura , mathius awaitouw , pariwisata , peristiwa , sentani , utama

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment