Diduga Freeport Penyebab Tapal Batas Wilayah Mee Pago Tak Jelas

Ilustrasi Area Pertambangan PT. Freeport Indonesia - Jubi/IST
Ilustrasi Area Pertambangan PT. Freeport Indonesia – Jubi/IST

Jayapura, Jubi – Legislator Papua, Laurenzus Kadepa menduga wilayah penambangan PT. Freeport Indonesia menyebabkan tapal batas Kabupaten Mimika dengan daerah lain di wilayah Mee Pago tak jelas.

Anggota Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Pertanahan, Politik, Hukum dan HAM itu mengatakan, ia menduga ada intervensi PT. Freeport Indonesia terkait tapal batas Kabupaten Mimika dengan Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Intan Jaya.

“Saya menduga seperti itu. Ini untuk melindungi asset perusahaan. Mungkin pihak PT. Freeport merasa berat jika harus berurusan dengan masyarakat adat dan pemerintah beberapa kabupaten di wilayah Mee Pago,” kata Kadepa via teleponnya kepada Jubi, Rabu (4/11/2015).

Menurutnya, jika dilihat secara kasat mata, wilayah penambangan PT. Freeport sudah mulai memasuki beberapa kabupaten lain seperti Deiyaia, Dogiyai, Intan Jaya, dan Paniai. Namun pihak perusahaan tetap mengkalim mereka masih berada di wilayah Kabupaten Mimika.
“Freeport mungkin merasa berat dan takut rugi ketika harus berhadapan dengan suku pemilik ulayat yang ada kabupaten baru. Misalnya di Intan Jaya ada Suku Moni di Intan Jaya, di Paniai, Deiyai, dan Dogiyai ada Suku Mee. Tapi mereka seolah tak mau terus terang kalau area penambangan mereka sudah masuk ke kabupaten lain,” ucapnya.

Katanya, Freeport tentu sudah banyak belajar bagaimana berurusan dengan pemilik ulayat di Mimika yakni Suku Amungme, Kamoro, dan Damal. Lantaran tak mau rugi, manajemen perusahaan berusaha agar mereka tetap bisa mengklaim area penambangan mereka masih berada di wilayah Kabupaten Mimika.

“Saya menduga Freeport campur tangan dalam masalah tapal batas sejak bupati-bupati Mimika yang lalu-lalu. Ini yang harus diluruskan,” katanya.

Anggota Komisi I DPR Papua lainnya, Tan Wie Long mengatakan, Pemprov perlu serius menangani masalah tapal batas antar kabupaten agar tak jadi masalah dikemudian hari. (Arjuna Pademme)

Author : Arjuna Pademme, November 4, 2015 at 20:40:51 WP

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment