Desak Tutup Freeport, Mahasiswa Ancam Lumuhkan Ibukota Papua

TabloidJubi.com, Arjuna PademmeNov 30, 2015

Demo Mahasiswa Papua di DPR Papu
Demo Mahasiswa Papua di DPR Papua – Jubi/Arjuna [TabloidJubi.com]
Demo Mahasiswa Papua di DPR Papua – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Sedikitnya 100 an mahasiswa Papua dari berbagai universitas di Kota Jayapura demo damai di halaman DPR Papua, Senin (30/11/2015). Mahasiswa menyampaikan aspirasinya yang ingin PT. Freeport Indonesia ditutup.

Massa menuntut DPR Papua meneruskan aspirasi itu ke pemerintah pusat di Jakarta. Jika tak diindahkan, mahasiswa mengancam akan melumpuhkan Abepura, Kota Jayapura, wilayah di ibu kota Papua. Dalam aksinya massa membawa berbagai spanduk. Salah satunya bertuliskan “Stop Kontrak Karya Freeport. Kami Tolak”.

Kordinator aksi, Elivas Hosyo dalam orasinya mengatakan, kekayaan alam Papua hutan, laut dan lainnya akan habis dan akan tinggal nama, namun orang asli Papua tetap menderita.

“Tutup Freeport. Ketua DPR RI, Setya Novanto yang ingin mendapat keuntungan dari Freeport turun dari jabatannya. Kami minta DPRP menjalankan funsi kontrolnya. Jangan hanya asal duduk di DPRP. Semua hak orang Papua dirampas. Kami dapat apa. DPRP yang punya legalitas suara harus bertindak. Ambil sikap jelas dan tutup PT. Freeport,”

kata Elivas Hosyo.

Menurutnya, kini Sumber Daya Alam (SDA) Papua dibawa keluar. Rakyat Papua tak dapat apapun. Orang asli Papua tetap miskin di atas tanahnya yang kaya.

Putra Andriano, dari Uncen Jayapura dalam orasinya mengatakan, hingga kini isi kontrak karya Freeport tak diketahui publik. Mungkin DPR Papua dan Pemprov setempat juga tak tahu isinya.

“Sosialisasikan kontrak karya itu. Kalau perlu, tutup Freeport. Keberadaan Freeport tak menguntungkan orang Papua. Pendidikan, kesehatan dan pelayanan lain kepada masyarakat tak ada perubahan. Tolok ukur pendidikan dan kesehatan bukan di Jayapura, tapi di pedalaman Papua. Ketika kontrak karya Freeport berakhir 2040 Mimika akan jadi kota mati,”

kata Adriano.

Katanya, daripada menguntungkan pihak lain, sebaiknya Freeport ditutup. Nanti jika Sumber Daya Manusia (SDM) Papua siap, barulah dikelaloh.

“Kami ingin DPRP meneruskan aspirasi kami. Kalau aspirasi kami tak digubris, kami akan lumpuhkan Abepura meski timah panas bersarang di dada kami,” ucapnya.

Massa ditemui perwakilan DPR Papua yaitu Emus Gwijangge, Deerd Tabuni, Decky Nawipa dan Orgenes Kaway. Kepada pendemo Deerd berjanji akan meneruskan aspirasi mereka.

“Negara yang mengatur semua ini sehingga kita kini sakit hati. Tak hanya mahasiswa dan masyarakat, tapi kami juga. Apirasi ini akan kami sampaikan ini ke pimpinan. Kini kami akan berjuang agar bagaimana kontrak karya itu tak dilanjutkan. Freeport ini bukan untuk kepentingan pribadi, tapi rakyat Papua,”

kata Deerd.

Sebelum membubarkan diri, mahasiswa menyerahkan pernyataan sikap mereka serta petisi masyarakat Papua ke perwakilan DPR Papua. (Arjuna Pademme)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment