British Embassy: Kalkulator 2050 Penting untuk Papua

Jayapura, Jubi – National Program Coordinator, Yayasan Pelangi Indonesia, Mahawira Singh Dillon mengatakan Papua memiliki kandungan alam yang melimpah ruah seperti air, udara, lahan dan hutan yang dapat dijadikan sebagai energi terbarukan.

Menurutnya sangat penting Kalkulator 2050 dipahami oleh masyarakat Papua. Kalkulator 2050 merupakan sebuah web yang digunakan untuk menghitung energi dan tata guna lahan di tahun 2050. “Hal ini digunakan untuk tingkat keamanan energi dan mencegah Emisi Rumah Tangga (ERK) dan tata guna lahan dimasa yang akan datang agar tetap terjaga di Papua,” katanya.

Menurutnya, Kalkulator 2050 telah dibuat sejak April 2015 lalu dan direncanakan akan diluncurkan pada Maret tahun 2016 mendatang. “Semua ini atas kerjasama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KemenESDM) kerja sama dengan World Wife Fund (WWF) Indonesia, Yayasan Pelangi Indonesia dan British Embassy,” ujarnya.

Dikatakan, akses terhadap energi adalah kebutuhan dasar yang sangat penting untuk mendukung produktivitas hidup setiap manusia dan lebih besar lagi untuk pembangunan karena semua energi terbarukan dapat terpenuhi dari energi terbarukan, jika tidak maka negara tersebut akan bubar.
Sayangnnya publik di Indonesia masih jarang dilibatkan dalam penentuan kebijakan, meskipun demi kepentingan dan akan berdampak juga pada masyarakat luar.

“Semakin banyak anggota masyarakat yang terinformasi dengan adannya IDE2050, tahu cara penggunaan, paham manfaatnya, dan mampu mendorong terbukannya kontribusi publik pada kebijakan energi di Indonesia terhadap energi terbarukan,” katanya.

Marcel Kelen, salah satu peserta pelatihan kalkulator 2050 mengatakan dirinya dapat memahami sedikit tentang penggunaan kalkulator tersebut. “Kita harus mencari energi-energi terbarukan tanpa merusak lingkungan,” katanya dalam diskusi yang digelar di salah satu hotel di Jayapura, Kamis (5/11/2015).

Sekedar diketahui, negara-negara yang telah mengembangkan Kalkulator 2050 versi masing-masing diantara Indonesia (Papua-red), Belgia, Cina, Korea Selatan, Taiwan, India, Afrika Selatan, Jepang, Algeria, Bangladesh, Colombia, Hungaria, Meksiko, Nigeria, Serbia dan Eropa Tenggara, Thailand dan Vietnam. (Roy Ratumakin)

Author : Roy Ratumakin, November 7, 2015 at 22:58:52 WP, Editor : Angela Flassy

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment