Bersiap Hadapi MEA, Bank Papua Tingkatkan SDM dan IT-nya

Sumber Berita: Kamis, 29 Januari 2015 10:53, BintangPAPUA.com

JAYAPURA – Pemberlakukan Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) yang direncakanan berlaku di Tahun 2020 mendatang, membutuhkan persiapan tersendiri bagi semua komponen masyarakat, tak terkecuali lembaga perbankan.

Bank Papua sendiri, menurut Direktur Utama Bank Papua, Johan Kafiar, bahwa pihaknya sedang meningkatkan information technologi (IT), maupun Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan Bank Papua.

“MEA ini, Bank Papua tetap mengantisipasi itu. Karena mea ini perdagangan bebas, baik tenaga kerjanya, pasarnya, jadi banyak yang akan masuk dari luar Papua ini,” ungkapnya kepada wartawan usai melantik 28 pejabat di lingkungan Bank Papua, Selasa (27/1).
Yang diantisipasi, bagi Bank papua, menurut Johan kafiar, adalah akan masuknya bank-bank besar dari negara-negara di ASIA, dan termasuk juga tenaga kerjanya.

Jadi bank papua harus mengantisipasi itu, terutama bank-bank besar yang akan masuk di Papua ini. Terutama dari SDM-nya, teknologinya, sehingga kita tidak kalan dengan orang luar. Jadi kami sedang mempersiapkan itu.

“Mudah-mudahan nanti MEA ini sampai tahun 2020, itu pasar bebas keuangan asia papasifik kita sudah siap. Bank papua tetap mempersiapkan diri ke arah sana,” tandasnya.

Salah satu upaya meningkatkan kompetesi SDM-nya, Selasa (27/1) kemarin Bank Papua memutasi 28 pejabatnya, dalam sebuah upacara pelantikan yang digelar di Kantor Cabang Utama, Bank Papua.

“Kami ingin rotasi ini meningkatkatkan kompetensi dan kualitas daripada pegawai itu sendiri,” ungkap Johan Kafiar.

Mutasi pegawai sediri, yang terdiri sejumlah kepala cabang ataupun kepala kantor kas di tingkat kabupaten/kota, maupun kepada unit serta kepala departemen di lingkungan Bank Papua, menurut Johan Kafiar sebagai sebuah hal yang wajar, dan sangat dibutuhkan lebaga Bank Papua.

“Jadi kita ingin supaya pegawai ini pengetahuannya ditingkatkan, kompetensinya juga ditingkatkan, dan kita harap pada akhirnya output mereka akan lebih baik ke depan untuk Bank Papua,” jelasnya.

Ditegaskan, meski masih terkendala dengan IT, pihaknya tetap berkomitmen untuk dapat menjadi bank devisa di tahun 2015.

“Kami tetap rencanakan (untuk menjadi bank devisa) tahun 2015, kendala kami masalah IT, IT kami bulan Februari ini akan menyesuaikan teknologinya dengan teknologi yang multi currency, sehingga bisa mengkafer seluruh faluta asing. Kalau itu sudah jadi maka itu akan kami usulkan ke OJK untuk mohon ijin bank devisanya,” terangnya.

Disinggung tentang target Bank papua di tahun 2015, menurut Johan Kafiar, yakni pihaknya menargetkan untuk meningkatkan aset antara 10-15 persen.
“Target kami 2015, sesuai arahan daripada OJK, jadi kami tetap menaikkan total aset kita kurang lebih 10 sampai 15 persen dari tahun 2014. Kemudian juga kita harapkan kredit juga, sesuai arahan dari OJK, itu 15 sampai 17 persen. Kita arahkan seperti itu. Jadi kita tetap ikut arahan dari pihak OJK,” jelasnya.

Demikian juga untuk capaian masuknya dana dari pihak ketiga. “Jadi kita harapkan secara keseluruhan total aset Bank Papua ini kurang lebih 15 sampai 20 persen,” jelansya lebih lanjut.

Aset Bank Papua sendiri, di Tahun 2014, kurang lebih ada Rp 20,3 triliyun.(aj/aj/lo2)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment