3 Cerita Mistis Proses Evakuasi Korban AirAsia QZ8501

Kamis, 08 Januari 2015 , 16:33:00, JPNN

Di tubuh Cleaning Service RSUD Sultan Imanuddin Mengalir Darah

Tak semua hal bisa dijangkau oleh nalar manusia. Seperti halnya dalam proses evakuasi korban AirAsia QZ8501 yang dinyatakan jatuh pada Minggu, 28 Desember 2014 di Selat Karimata, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Ada banyak cerita yang terekam dan sulit dipercaya. Hanya mereka yang dianggap memiliki indra keenam yang bisa menyaksikannya. Seperti apa? Berikut tiga cerita mistik yang berhasil dirangkum JPNN.com.

1. Di tubuh Cleaning Service RSUD Sultan Imanuddin Mengalir Darah

Sarinah, cleaning service (CS) yang bekerja di bagian luar sekitar ruang peti jenazah Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kalteng merasa takut. Bau mayat yang menyegat membuatnya merinding. Ketakutan wanita itu terus bertambah karena mendengar cerita kondisi jenazah saat ditemukan ada yang sudah tidak dalam keadaan utuh.

“Panas dingin juga sempat saya rasakan karena melihat tetesan darah mengalir,” kata Sarinah seperti yang dilansir Kalteng Pos (Grup JPNN.com).

Cerita ketakutan Sarinah tidak berhenti sampai di sini. Bayang-bayang kegelisahan itu semakin menjadi ketika tiba di rumahnya.

Oleh anaknya, M Rahman yang berumur tiga tahun, dilihatlah darah yang mengalir di tubuhnya. “Mama, itu di tubuh dan wajah mama kenapa banyak darah sambil berteriak-teriak ,” ujar Sarinah menirukan omongan anaknya.

Sarinah memercayai dan sadar bahwa roh korban yang meninggal telah mengganggu anaknya. Ia segera meminta tolong kepada Sarin, kakek yang dianggap ‘pintar’. Dengan air yang telah dibacakan mantra, Sarin menyerahkan ke Rahman untuk meminumnya.

Selang beberapa menit sang anak tertidur pulas. “Selama lima hari bekerja membantu di rumah sakit anak ini tidak pernah seperti ini. Apalagi selama ini selalu ikut di rumah sakit saat saya bekerja tidak apa-apa, kata kakeknya ada sawan jenazah yang menempel di tubuh saya,” ujarnya. (bagian1/awa/jpnn)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment