Siap Bawa Bank Papua Jadi Bank Devisa di Tahun 2016

Senin, 17 November 2014 05:09, BintangPAPUA.com

Lipius Biniluk Dilantik Jadi Komisaris Utama Bank Papua

Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP., M.H., melantik Pdt. Lipius Biniluk menjadi Komisaris Utama Bank PapuaJAYAPURA – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) bank Papua di Swiss-BelHotel Papua pada Jumat (14/11) lalu, akhirnya menetapkan Lipius Biniluk sebagai Komisaris Utama Bank Papua. Yang bersangkutan pun langsung dilantik oleh Gubernur Papua Lukas Enembe.

Usai dilantik, kepada wartawan Lipius Biniluk menyatakan dirinya siap memegang amanah yang diberikan, dan akan segera menjalankan tugasnya sebagai komisaris utama dengan target utama menjadikan Bank Papua sebagai Bank Devis pada tahun 2016.

“Saya ingin sekali dua tahun kedepan yaitu 2016 Bank Papua sudah harus jadi bank devisa, karena sudah didegungkan dua tahun lebih, jadi 2015 ini saya akan awasi lebih ketat untuk menuju bank devisa,” ucap Lipius.

Terkait dengan terpilihnya ia sebagai Komisaris Utama, Lipius mengatakan ia percaya ini merupakan rencana Allah untuk membangun Bank Papua lebih baik dan kompetitif dengan BPD lain di Indonesia karena menurutnya Bank Papua memiliki potensi luar biasa, tinggal diterapkan suatu pengawasan yang ketat dan melaksanakan aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh Bank Indonesia, terlebih khusus menjalankan good coverage goverment.

“Saya percaya bank ini akan membuat terobosan-terobosan dan akan diperhitungkan oleh BPD lain di Indonesia. Saya pribadi berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan dan mengeksekusi pesan-pesan gubernur, khususnya dalam hal pengawasan,” tuturnya.

Selain itu, Lipius mengaku diirnya juga berkeinginan untuk bisa menciptakan suasana kebersamaan dengan seluruh komisaris, direksi hingga jajaran staf Bank Papua, guna timbulnya rasa kekompakkan kerja.

“Saya juga punya hati besar untuk membangun satu keluarga besar Bank Papua, semua karyawan dari Komisaris, Direksi hingga seluruh staf yang ada didalam menjadi satu tim dan saling menghargai dan menghormati.” Imbuhnya.

“Dengan demikian akan muncul rasa memiliki Bank Papua, jadi salah satu panggilan saya adalah bagaimana bersama komisaris lain untuk rasa memiliki bank itu oleh karyawan/karyawati.”

Dari sisi bisnis, kata Lipius, memang potensi bisnis di Papua luar biasa oleh karena itu harus ada inovasi yang dilakukan oleh kami sendiri baik direksi maupun komisaris, khususnya menuju Bank Devisa.

Kalau bank devisa tercapai dalam waktu yang tidak terlalu lama, ujar Lipius, maka infestor-infestor internasional, contoh seperti Freeport, walau beberapa karyawannya sudah menabung di Bank Papua tapi belum bisa lebih banyak dari itu karena belum bank devisa, jadi konteks bisnis kami akan coba kembangkan itu lebih luas lagi supaya orang-orang dari dunia internasional bisa investasi di Bank Papua.
Solusinya, kata Lipius, adalah perlu kesungguhan dari semua direksi dan stakeholder yang ada, kalau sudah ada keseriusan menjadi bank devisa akan terwujud dalam waktu yang tidak akan lama, dan itu diusahakan oleh orang-orang yang ada didalam, jadi perlu ada kesungguhan.
Sementara itu Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan, ia Komisaris Utama yang baru dilantik punya tugas dan tanggungjawab sangat berat untuk mengawasi BPD Papua yang secara operasional dilaksanakan oleh direksi Bank Papua.

“Pada RUPS yang lalu baik di Wamena maupun Raja Ampat, bapak-bapak sudah mengikuti arah Bank Papua ke depan yang harapannya untuk menjadi Bank Devisa terus bank yang sehat. Potensi itu ada tapi kalau tidak kita kejar sungguh-sungguh itu tidak akan capai, itu akan tinggal wacana dan rencana, ucapnya.

Dikatakan gubernur, saat ini Dana pihak ketiga Bank Papua lebih banyak milik Pemerintah Daerah, ia pun berharap direksi dan komisaris kerja lebih baik lagi, kalau tidak ia mengancam akan menarik dana Pemda yang ada di Bank Papua dan menaruhnya ke Bank Nasional, dan itu adalah kewenangan pemegang saham prioritas, yaitu Pemerintah Provinsi Papua.

“Kalau lihat disini semua sumber adalah milik Pemerintah daerah, baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota, jadi kalau kita tarik semua bisa bahaya, karenanya tingkatkan pengawasan secara baik karena kita mau tunjukkan Bank Papua bukan bank yang murni di Papua tetapi merupakan bank devisa dan bank yang kuat.” Pungkasnya.

Dalam RUPS LB tersebut, Bank Papua juga berkesempatan melakukan penandatanganan kerjasama dengan pihak BPJS dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua, RSUD Jayapura dan RSUD Abepura. (ds/don/L03/PAR)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment