Perlu Pengelolaan Hutan yang Bijaksana

Selasa, 02 Desember 2014 02:31, Sumber Berita: BintangPapua.com

Kegiatan penanaman tanaman kehutanan di Hutan Pendidikan SkylineJAYAPURA – Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH., mengatakan, fenomena perubahan lingkungan dengan adanya isu pemanasan global, menuntut sikap yang bijaksana dalam pengelolaan hutan kita. Dimana kegiatan pemanfaatan hutan harus dilaksanakan sesuai dengan asas pengolahan hutan lestari.

Karena itu, kita dituntut untuk membuat kriteria pengelolaan hutan lestari yang jelas dan tepat, serta pengendalian dan pengawasan pelaksanaan yang ketat, serta evaluasi yang cermat, sehingga pengelolaan hutan dapat dilaksanakan secara efisien, tertib, terkendali dan berkesinambungan, dan harus disesuaikan dengan kondisi daerah yang spesifik.

Perlu kita ketahui bahwa pepohonan mempunyai peran yang tidak sedikit bagi manusia dan lingkungan, yaitu sebagai penghasil oksigen yang setiap saat kita hirup, sebagai pengatur tata air (Hidro-orologis), serta sebagai menyerap emisi karbon, yang menjadi agen utama dalam proses pemanasan global karena efek gas rumah kaca..

Saat ini kita masih menghadapi beberapa permasalahan berkaitan dengan keberadaan hutan disekitar kita, diantaranya adanya praktek perladangan berpindah-pindah, penggalian pasir dan batu (bahan galian C), pendulangan emas secara tradisional, pemukiman liar, perambahan hutan, termasuk penebangan pohon kayu, pengembangan sarana dan prasarana, lemahnya penataan dan pengamanan.

“Kesemuanya itu bermuara pada semakin luasnya kerusakan hutan,” ungkapnya dalam sambutannya yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Ir. Lambert Tokang, pada Kegiatan Penanaman Tanaman Kehutanan di Perbukitan Skyline, Jumat, (28/11).

Ditegaskannya, akibat yang ditimbulkannya telah sama-sama kita lihat dan rasakan sendiri, yaitu terjadinya banjir dan tanah longsor pada musim hujan serta kekeringan pada musim kemarau, juga makin berkurangnya bedit air sebagai sumber air bersih bagi penduduk perkotaan.

Berbagai kerugian yang dialami seperti rusaknya sarana dan prasaana berupa jalan dan jembatan serta perumahan penduduk dan bahkan juga menimbulkan korban jiwa serta berdampak pada menyebarnya berbagai penyakit yang semua itu sangat merugikan dan menimbulkan penderitaan bagi masyarakat.

Lanjutnya, beberapa kasus bencana alam yang terjadi di Papua, merupakan peringatan dari Tuhan melalui alam bahwa selama ini kita semua hidup tidak bersahabat dengan alam, yang mana ditandai dengan kita menebangi pohon yang mengatur tata air, memperkuat agregasi tanah dan menghasilakn oksigen yang merupakan kebutuhan vital umat manusia, mendirikan bangunan pada tempat-tempat yang seharusnya menjadi areal resapan dan aliran air, dan membuang sampah bukan pada tempatnya, sehingga mempersempit saluran pembuangan air, menimbulkan penyakit dan merusak pemandangan dan estetika kota.

“Sudah saatnya kita menjalani kehidupan yang harmonis dengan alam dengan memperbaiki kerusakan-kerusakan yang telah kita buat serta tidak mengulangi perilaku yang dapat menciptakan kerusakan alam dan bencana,” bebernya.

Program gerakan rehabilitasi hutan dan lahan di Provinsi Papua disamping bertujuan untuk memperbaiki tutupan hutan dan mengembalikan fungsi kawasan hutan, juga diarahkan untuk ketahanan pangan dari sektor kehutanan. Oleh karena itu, komoditas yang ditanam, selain tanaman kehutanan, juga memperbanyak penanam multi purpose tre species (MPTS) unggulan setempat, misalnya sagu, buah merah, kelapa hutan dan lainnya.

Gubernur optimis bahwa apabila gerakan penanaman satu milyar pohon sebagai upaya membangun ekosistem hutan, kita lakukan terus menerus dengan jenis pohon yang tepat, maka kualitas lingkungan hidup akan meningkat yang berdampak positif bagi kecukupan air bersih, ketahanan pangan dan ketahanan energi terbarukan.(Nls/don)

Catatan PAPUA.ws

Gubernur perlu adil dan jujur, bahwa sejak dulu nenek moyang kita tebang kayu, berladang berpindah, dan sebagainya yang disebutkan gubernur itu tidak pernah buat tanah Papua menjadi tandus. Penyebab utama sekarang ialah IZIN Gubernur untuk menebang pohon tropis di Tanah Papua. Jangan lempar batu sembunyi tangan, tangan gubernur yang biasanya teken izin penebangan kayu di Papua. Jangan tunjuk jari ke orang lemah.

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment