Pemprov Akan Fokus Bangun Lima Wilayah Adat

Rabu, 26 November 2014 04:53, dari BintangPapua.com

JAYAPURA — Pemerintah Provinsi Papua akan fokus dalam pembangunan di lima wilayah adat, yakni wilayah adat Mamta, Saereri, Anim Ha, La Pago dan Meepago.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Papua, M. Musa’ad kepada wartawan disela-sela Workshop Pembangunan Berkelanjutan, Selasa (25/11) kemarin. Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua dalam merencanakan pembangunan akan fokus pada lima wilayah adat.

Oleh karena itu, permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk Pemerintah Provinsi Papua untuk menyediakan lahan 2.000 hektar, Pemerintah Papua akan petahkan lahan yang ada di lima wilayah adat, untuk digunakan sebagai tempat pengolahan sumber daya alam Papua.

“Lahan di Papua masih luas, jadi lima wilayah adat akan menjadi lokasi pembangunan kawasan ekonomi Papua. Pemerintah Papua sekarang terbuka, tidak seperti sebelumnya, dimana pembangunan fokus pada satu wilayah,” kata Musa’ad.

Dikatakan, 2.000 hektar lahan yang diminta oleh Presiden Joko Widodo, akan kita bicarakan kembali. Karena tentu pembangunan di lima wilayah adat akan sesuai dengan potensi di wilayah tersebut.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Senin (24/11/2014),  Gubernur Papua Lukas Enembe meminta kepada Presiden agar Pemprov Papua diberi kesempatan mengolah sumber daya alam yang hasilnya akan dinikmati masyarakat lokal. Untuk itu, Pemprov Papua menginginkan agar dibangun industri pengolahan bahan mentah di sana.

“Daripada kita (jual) bahan mentah, kembali juga mahal, lebih bagus bangun integrasi industri, smelter, semen, pupuk, dan seterusnya,” ucap Lukas.

Atas gagasan tersebut, kata dia, Presiden Jokowi meminta agar Pemprov Papua membuat perencanaan yang matang. Ia juga meminta agar Pemprov segera menyediakan lokasi pembangunan industri pengolahan.

“Lokasinya di mana, kawasannya bagaimana, diselesaikan masalah tanah, itu harus siap semua, baru selesaikan, kita bicara masalah adat, kita sampaikan kawasan industri harus bangun di sini,” tutur Lukas. (ds/don/lo1)

Facebook Comments

Share This Post

2 Responses to "Pemprov Akan Fokus Bangun Lima Wilayah Adat"

  1. Kalau pembangunan di tanah Papua seperti ini sejak dulu, apalagi ada orang Papua yang sudah menjadi gubernur 4x2x2 tahun, tetapi tidak tinggalkan kenangan yang berarti.

    Semua pihak di Tanah Papua harus mendukung gebrakan Ketua Bappeda dan Gubernur Papua.

    Reply
  2. Jangan sampia pembangunan berbasiskan wilayah adat menghancurkan tatanan adat dan bangunan sosial yang ada, maka perlu dilakukan upaya-upaya memperkuat bangunan sosial dan tatanan adat yang sudah ada sejak nenek-moyang sebelum melangkah ke pengembangannya.

    Pembangunan harus diterapkan dengan paradigma “pengembangan”, bukan penghancuran.

    Reply

Post Comment