Jika Penduduk Asli Tak Diakui

Kamis, 25/12/2014 08:31 WIB, SAPTO PRADITYO – detikNews
Jakarta – Jika Carol Roe berdiri di gerbang belakang halaman rumahnya, dia bisa menyaksikan makam cucu perempuannya, Julieka Dhu, tepat di seberang jalan. Pada 2 Agustus lalu, Julieka, 22 tahun, ditahan polisi karena tak kunjung membayar denda Aus$ 1.000 atau sekitar Rp 10,3 juta. Tiga hari kemudian, polisi mengabarkan bahwa Julieka tewas.

Cucuku tewas dalam sel tahanan…. Dia berbaring di seberang sana, padahal seharusnya duduk-duduk bersamaku di serambi belakang ini,” kata Carol beberapa pekan lalu.

Keluarga Julieka masih menyimpan penasaran, apa yang sebenarnya terjadi di kantor polisi Hedland Selatan, daerah pinggiran Port Hedland di Australia Barat. Tiga bulan lewat, jawaban yang terang belum juga datang.

Saat di dalam ruang tahanan, Julieka sempat dua kali dilarikan ke Rumah Sakit Port Hedland. Namun keluarganya tak paham mengapa polisi kembali membawanya ke balik jeruji. Padahal belakangan diketahui, ada tulang rusuk Julieka yang patah dan dia mengalami perdarahan pada paru-parunya.

Kami menginginkan keadilan dan kebenaran, mengapa ini terjadi pada cucuku hanya gara-gara denda senilai Aus$ 1.000,” kata Carol dalam majalah detik edisi 160. Kepala Eksekutif Australia Barat, Colin Barnett, mengakui penyelidikan atas kematian gadis Yamatji—keturunan Aborigin di wilayah Murchison dan Gascoyne, Australia Barat, biasa menyebut diri—berjalan merayap, tapi berjanji kebenaran bakal terungkap. Juru bicara Komite Pengawas Kematian Tahanan, Marc Newhouse, mengatakan mereka belum tahu bagaimana Julieka bisa terluka parah.

***

Tulisan Selengkapnya Bisa Dibaca Gratis Di Edisi Terbaru Majalah Detik (Edisi 160, 22 Desember 2014). Edisi Ini Mengupas Tuntas Eva Susanti Hanafi Bande, “Saya Eva Bande”. Juga Ikuti Artikel Lainnya Yang Tidak Kalah Menarik, Seperti Rubrik Nasional “Galau Banteng Karena Survei”, Internasional “Gara-Gara Sony Cari Setori”, Ekonomi “Saat Dolar Pulang Kampung”, Gaya Hidup “Karena Diet Saja Tidak Cukup”, Rubrik Seni Hiburan Dan Review Film “The Hobbit: The Battle Of The Five Armies”, Serta Masih Banyak Artikel Menarik Lainnya.

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment