HUT Noken ke – 2: MRP Minta Hari Noken Dirayakan Secara Serempak

Sumber Berita: TabloidJubi.com, Penulis : Pilemon Keiya | Jum’at, 05 Desember 2014 17:42

Jayapura, MAJALAH SELANGKAH — Majelis Rakyat Papua (MRP) meminta kepada seluruh kepala daerah kabupaten/kota di seluruh tanah Papua untuk secara serempak merayakan HUT Noken yang sudah ditetapkan pada tanggal 04 Desember oleh UNESCO.

Hal itu disampaikan oleh ketua Pokja adat, Yakobus Dumupa dalam jumpa pers yang digelar panitia perayaan HUT Noken ke – 2 bersama dengan penggagas Noken, Titus Pekei, di kantor MRP, Kamis (04/12/2014) siang.

Pria dengan nama sapaan Jack, ini mengatakan Noken yang dulunya hanya dipandang sebagai tempat isi barang, kini sudah menjadi warisan budaya tak benda yang sudah diakui oleh dunia melalui UNESCO sehingga menjadi tugas bersama untuk menjaganya.

“Ini sesuatu yang patut kita syukuri bersama bahwa Noken yang ada salah satu budaya asal Papua sudah diakui oleh dunia atas perjuangan keras dari seorang putra Papua, Titus Pekei,” kata Dumupa.

Dumupa beralasan, Noken sudah mendunia dan Noken merupakan benda satu-satunya yang dihormati di atas tanah Papua karena manusia Papua tidak dihormati

Dalam perayaan HUT yang kedua ini, Dumupa minta kepada seluruh kepala daerah kabupaten/kota untuk bisa rayakan secara bersama.

“Karena manusia Papua saja tidak diakui oleh manusia lain,” ujarnya

Ia mengharapkan pada tahun-tahun mendatang agar tanggal 4 Desember menjadi puncak perayaan untuk Noken se-tanah Papua.

“Kiranya hal yang dilakukan oleh bupati Jayapura dimana ditetapkan hari Rabu wajib noken itu bisa diteladani oleh seluruh pimpinan daerah se-tanah Papua,” harap Dumupa.

Lebih lanjut, Jack menambahkan, Noken bisa dimasukan di dalam perdasi/perdasus agar menjadi sebuah simbol kehormatan rakyat Papua.

Di tempat sama, penggagas Noken Papua, Titus Pekei mengatakan, setelah mengurusi semua tentang Noken dan sudah diakui oleh dunia melalui Unesco, dirinya sudah serahkan sepenuhnya kepada MRP sebagai lembaga kultural Papua.

Ia berharap untuk ke depan, seluruh kepala daerah di seluruh tanah Papua bisa mendirikan museum Noken.

“Saya juga pesan kepada dinas kehutanan dan lingkungan agar menjaga baik hutan kita yang juga adalah tempat mengambil bahan baku dari kulit kayu dan daun pandan,” pesannya.

Pekei juga mengharapkan agar merajut Noken bisa menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah mulai dari SD, SMP dan SMA.

“Selain di sekolah, harus ada pendidikan non formal di tiap daerah yang mengajar tentang cara merajut Noken kepada generasi muda,” kata ketua lembaga Ekologi Papua ini.

Di tempat sama, ketua Panitia HUT Noken ke- II, Ibu Yakomina Rumbiak, mengatakan, kegiatan akan dilaksanakan pada tanggal 17-18 Desember mendatang dan dipusatkan di kantor MRP.

Dalam kegiatan tersebut, kata dia, akan dipajang 7 (tujuh) macam noken dari tiap wilayah adat yang tersebar di Tanah Papua.

“Kami akan gelar beberapa kegiatan di dalam acara itu yaitu workshop, dialog, pameran noken dan lomba merajut noken,” tambahnya.

Dikabarkan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise akan hadir dalam kegiatan tersebut. (Pilemon Keiya/MS)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment